.::. #Welcome New Normal# .::.

Halaman Berita

General Ship Agent dan Industrial Fuel Marketing

Dewan Energi Nasional Beberkan Cara Kurangi Tergantungan Impor BBM

Tanggal : 14-01-2021

PT. Harum Bumi Mandi, Jakarta - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Daryatmo Mardiyanto mengatakan terobosan yang bisa ditempuh untuk menghadapi tantangan impor energi yang besar seperti BBM dan elpiji agar bisa mengurangi impor tersebut dengan cara meningkatkan kapasitas cadangan minyak dan gas bumi.

Ia menjelaskan declining rate dari sumber daya alam BBM dan migas cukup besar, melengkapi kekurangan hampir separuh atau 50 persen dari kebutuhan minyak dan gas itu atau kebutuhan energi nasional. Itulah yang kemudian harus diatasi dengan mengejar hal tersebut.

Ada dua strategi yang dilakukan, yang pertama mempertahankan dan kalau bisa meningkatkan bisa kemampuan kapasitas cadangan minyak dan gas bumi, pada sisi lainnya mendorong EBT dan energi lainnya,” kata Daryatmo Mardiyanto dalam Pelantikan DEN 2020-2025, di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Menurutnya dengan menerapkan dua strategi tersebut maka kita tidak tersentralisasi pada wilayah-wilayah tertentu di Indonesia, seperti itulah yang akan menjadi jalan bagi Indonesia untuk menuju kemandirian Energi.

“Tidak bisa kita bantah soal kekurangan dan impor itu tetapi harus ada jalan bahwa pengurangan impor harus dilakukan atau kemudian menutup impor dengan energi-energi lain, semuanya bisa dilakukan dan itu dengan kebijakan lintas sektoral tentang energi,” jelasnya.

Dirinya optimis dengan dilantiknya 8 Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2020-2025, termasuk Daryatmo. Bahwa kedepannya bisa mewujudkan cita-cita bersama untuk terlepas dari ketergantungan impor energi.

“Insyallah dapat diwujudkan optimisme harus dibangun dan energi untuk rakyat menjadi cita-cita kita bersama,” katanya.

Adapun ia mengungkapkan dengan pelantikan DEN ini pihaknya bisa menindaklanjuti tugas dan amanat konstitusi undang-undang Nomor 30 tahun 2007 tentang energi, yakni merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional, menetapkan rencana umum energi nasional, menetapkan langkah-langkah krisis dan darurat energi, serta melakukan pengawasan kebijakan energi yang bersifat lintas sektoral.

“Inilah yang memposisikan bahwa soal-soal yang berhubungan dengan kemandirian dan menuju kedaulatan energi merupakan tugas yang sungguh-sungguh yang harus  dilakukan selama berjenjang berurutan dan berkelanjutan,” pungkasnya.   

....